KASIH-MU
Dalam hamparan sajadah kubersimpuh.
Doa dan ribuan pengharapan mengalir.
Tuhan,deras air mata tak mampu ,dosa terbasuh.
Setiap kata dan tindakan ku,kenapa dosa itu terlahir.
Tuhan,kenapa cintaku padaMu datang terlambat.
Ataukah ada rahasia yang sudah terformat.
Agarku melewati jalanan berbatu.
Sebelum kutemukan pelabuhan kalbu.
Tidak ada samudera kasih seluas cintaMu.
Kau limpahi ladang gandum dan lautan madu.
Walau tak sedetik kupeduli .
Pongahku melangkah yakin, tanpaMu pun kuberdiri.
Ketika akhirnya aku lelah dengan panjang petualangan.
Melangkah dengan angan dan asa yang semakin tidak terarah.
Kau datang ,saat aku bimbang dipersimpangan.
Kotor,rapuh, bahkan berlumur lumpur dan darah.
Wonogiri,Akhir Agustus 2007
DEMI CITA-CITA
Dawai gitar mewakili suasana hati.
Receh Rupiah membuat semangat terus kembali.
Tak ada pilihan selain pekerjaan ini.
Demi cita yang masih terselip diangan,aku disini.
Aku pengen terus sekolah.
Walau tak sejalan dengan keinginan ayah.
Yang menginginkan aku mengolah sawah.
Hingga membuatku terusir dari rumah.
Ayah,pasti nantinya aku kembali kesawah.
Tapi tidak dengan bajak dan kerbau aku mengolah.
Akan ku buat Robot yang bisa mewakili kerja.
Tinggal dengan Remote aku terjaga.
Maafkan aku kalau tidak sejalan.
Nanda juga punya masadepan.
Yang terus akan kuperjuangkan.
Walau harus jadi pengamen jalanan.
PERSEMBAHAN BUAT BUNDA
Bunda , seluas apa samudera?
Seluas angan dan cita-cita.
Setinggi apa langit itu bunda?
Setinggi doa dan usaha kata bunda bijaksana.
Dan setelah 10 tahun berselang.
Yang dikata bunda terus terngiang.
Aku harus tunjukkan pada bunda.
Kalau aku bisa menaklukkan keduanya.
Samudera ilmu tak puas aku selami.
Berjuta buku telah kususun tinggi.
Sebagai titianku menyentuh angkasa.
Wujud persembahanku pada bunda.
Hempasan angin tak sekali menyurutkan langkah .
Tapi tak sekalipun membuatku patah.
Harus bisa dan tunjukkan pada dunia.
Bahwa mimpi bisa menjadi realita.
Featured Video

